Mengutip syair lagu Nidji dari soundtrack Laskar Pelangi: “Menarilah dan terus tertawa, meski dunia tak seindah Surga, bersyukurlah pada yang kuasa, cinta kita di dunia selamanya….”
Sebait kata yang sangat optimistik, menyiratkan semangat serta gairah hidup. Berbeda dengan syndrome yang di alami kebanyakkan orang sekarang, pesimis.
Kadang kehidupan seperti tak menyisakan kesempatan untuk bangkit dari keterpurukan. Atau mungkin hanya perasaan kita saja yang merasa terpuruk di tengah limpahan rahmat-Nya!
Sehingga kita menjadi sulit bersyukur dengan apa-apa yang sudah Alloh berikan. Kita merasa gagal, merasa kehilangan kesempatan, merasa tak berarti lagi, merasa begitu terhina. Padahal, ketika kita mampu melihat hidup dalam persfektif yang berbeda, bahwa pada saat seperti itulah Alloh sedang menguji kita, menguji iman kita, menguji kesungguhan kita dalam mengimani ketentuan-Nya. Sunggguh kondisi seperti inilah yang akan meningkatkan derajat kita di sisi-Nya dan membuat kita lebih matang menghadapi hidup bila kita mampu bersabar dan ikhlas menjalaninya. Seperti dalam firman-Nya.
“Dan tidaklah seseorang dikatakan beriman, kecuali Alloh akan mengujinya……”(Al-Qur’an)
Kepada orang-orang yang sedang mengeluh, kepada orang yang sedang dilanda berbagai kegagalan, kepada orang-orang yang hampir berputus asa dengan rahmat-Nya, kepada orang-orang yang berada di persimpangan jalan, Alloh sedang menunjukan cinta-Nya pada anda. Bangkitlah, karena masih ada Alloh, masih ada rasul-Nya. Laa tahzan, jangan bersedih, jangan berputus asa, segera ambil keputusan untuk bangkit dari keterpurukan, atau engkau akan tertinggal selamanya dari kafilah kebaikan.

Bila hari ini begitu sulit, maka Alloh akan memudahkan-Nya di waktu-waktu yang akan datang, insyaAlloh.
“ Maka sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan….”(Al-Qur’an)
Allohu’alam bishowab


horrreeee
PERTAMAX….
bener teh… jadi keep high spirit… inget Alloh SWT…
masa orang mau buat jahat aja bisa… nah kita mau berbuat kebaikan masa nggak ditolong Alloh SWT… hanya mungkin kita nggak pernah ngerti caranya Alloh SWT nolong kita….
nice posting
[senyum]:)
fa idza ‘azamta fatawwakal alallah
Risa :
Ya, sepakat. Allohu Akbar
Di persimpangan jalan mana…? 3 tahun lalu saya pernah bikin ‘curhat’ ttg ini, blum diposting dimanapun. Spesial deh buat T’Risa dan temen2nya
JIWA DI PERSIMPANGAN
Wahai engkau yang berdiri di persimpangan
Segeralah memilih jalan
Agar engkau cepat sampai tujuan
Janganlah engkau hanya berdiri terdiam
Terpaku di persimpangan
Bergelut dengan ketidak pastian
Tak tahu arah tujuan
Bermain – main dalam keraguan
Mengutak – atik aturan Tuhan
Kau campuradukkan kebatilan dengan kebenaran
Kau bungkus kebusukan dengan kemanisan
Kau manja kepada Tuhan dengan menggelar kemunafikan
Wahai engkau yang berdiri di persimpangan
Segeralah memilih jalan
Jika engkau tidak segera memilih jalan
Kapan engkau akan sampai ke tujuan ?
(Fee, ‘Malam Tahun Baru)
Risa:
Terimakasih P’Lutfi, bagus sekali, sepertinya cocok dengan apa yang ingin ana sampaikan.
Syukron.
Tanya Teh Endah aja Ukh, beliau tau (sugan). Stelah baca blog ini, puisinya jadi diposting juga diblog ana yang lama ‘bulukan”, Thanx for inspiration