Oleh: risars | 3 November 2008

Green House Effect

Global warming adalah suatu peristiwa yang disebabkan meningkatnya efek rumah kaca (green house effect). Sebenarnya efek rumah kaca bukanlah suatu hal yang buruk, justru dengan adanya efek rumah kaca bumi kita bisa tetap hangat, bahkan memungkinkan kita bisa survive hingga sekarang.

Kamu bisa mengibaratkan bumi kita seperti mobil yang sedang diparkir dalam cuaca yang cerah. Kamu pasti akan berpikir bahwa temperature di dalam mobil pasti akan lebih panas dibandingkan temperature di luar mobil. Sinar matahari memasuki mobil tersebut melalui celah-celah pada kaca jendela dan secara otomatis panas dari sinar matahari akan diserap oleh jok, karpet, dashboard serta benda-benda lain yang berada di dalam mobil. Ketika semua objek tersebut melepaskan kembali panas yang diserapnya, tidak semua panas tersebut akan bisa keluar melalui celah jendela, sebagian justru akan dipantulkan kembali- panas tersebut akan diradiasikan kembali oleh benda-benda yang ada di dalam mobil dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Sehingga sejumlah energy panas akan tetap tinggal di dalam mobil, dan hanya sebagian kecil dari energy tersebut yang bisa melepaskan diri. Pada akhirnya, mobil tersebut akan mengalami peningkatan temperature secara berkala, semakin lama akan semakin panas.

Baca Lanjutannya…

Iklan
Oleh: risars | 5 Mei 2015

KINETIKA KIMIA

  1. Pendahuluan

Pada termodinamika kimia dibahas arah reaksi, spontanitas reaksi terkait dengan perubahan energi bebas.  Energi bebas dapat diramalkan apakah suatu proses atau reaksi dapat berlangsung atau tidak. Tetapi termodinamika tidak menjawab berapa lama proses atau reaksi berlangsung, bagaimana mekanisme perubahan pereaksi menjadi hasil. Dalam mempelajari suatu reaksi tidak cukup hanya dengan termodinamika, tetapi diperlukan pula kinetika kimia. Kinetika kimia membahas tentang kecepatan reaksi, faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi, orde reaksi dan mekanisme reaksi. Kecepatan reaksi berkaitan dengan besarnya perubahan suatu zat terhadap fungsi waktu.

Ada dua alasan dasar mengapa kecepatan reaksi dipelajari : pertama kecepatan reaksi dipelajari untuk memprediksi waktu yang diperlukan oleh suatu reaksi dari campuran sehingga tercapai kesetimbangan. Kecepatan reaksi dipengaruhi oleh konsentrasi, temperatur, tekanan dan pemberian katalis serta faktor lainnya. Dari ke empat faktor ini, melalui pemilihan kondisi laju reaksi dihasilkan  sesuai dengan yang diinginkan. Alasan kedua kita mempelajari kecepatan reaksi adalah untuk mempelajari atau mengetahui mekanisme reaksi. Terjadinya suatu reaksi mungkin berupa tumbukan reaktif dalam fasa gas dan mungkin juga berupa pertemuan reaktif dalam fasa larutan.

Slide2

beberapa reaksi yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari

  1. Kecepatan reaksi

Kecepatan reaksi adalah besarnya perubahan zat yang bereaksi terhadap waktu.  Data yang diperlukan untuk menghitung kecepatan reaksi adalah konsentrasi reaktan yang membentuk produk dan waktu yang diperlukan untuk reaksi. Skema variasi reaktan dan  produk sebagai fungsi waktu dapat digambarkan sebagai berikut.

gambar 1

Gambar 1. variasi konsentrasi reaktan dan produk

Gambar 1. Menunjukkan bahwa konsentrasi reaktan menurun sampai tercapainya harga kesetimbangan dan konsentrasi produk meningkat dari mula-mula berharga nol sampai terciptanya keadaan kesetimbangan.

Gambar di atas seperti halnya penguraian ozon menjadi oksigen reaktan adalah O3 dan produknya adalah O2, dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi

gambar 2

Selama reaksi berlangsung selang waktu (Dt), terjadi pengurangan konsentrasi O3 dan peningkatan konsentrasi O2. Laju reaksi dapat dinyatakan dari pengurangan zat O3 dan penambahan zat O2.

gambar 3

Tanda negatif menunjukkan bahwa O3 berkurang, sedangkan untuk O2 positif karena bertambah.

  1. Stoikiometri Laju reaksi

Suatu reaksi kimia dengan dua pereaksi A1 dan A2 dengan dua hasil reaksi A3 dan A4 dapat dinyatakan sebagai berikut :

gambar 4

gambar 5

 

gambar 6

 

  1. Hukum Kecepatan Reaksi

Persamaan yang menyatakan kecepatan sebagai fungsi konsentrasi setiap zat yang mempengaruhi laju reaksi disebut hukum laju atau persamaan laju untuk reaksi. Hukum kecepatan reaksi hanya dapat ditentukan dengan eksperimen dan tidak dapat disimpulkan hanya dari persamaan reaksi. Kecepatan reaksi merupakan fungsi temperatur, tekanan, dan konsentrasi dari semua komponen yang bereaksi reaksi. Selain itu juga untuk reaksi homogen (misal dalam fasa gas) kecepatan reaksi juga proporsional dengan volume (V). Jika reaksi terjadi pada suatu permukaan aktif maka kecepatan reaksi proporsional terhadap luas dari permukaan aktif (A).

Jika reaksi homogen, kecepatan reaksi tidak dipengaruhi oleh permukaan aktif , maka reaksi hanya akan dipengaruhi oleh konsentrasi, temperature, dan tekanan. Pengaruh tekanan hanya terjadi pada reaksi yang memiliki fasa gas. Untuk persamaan reaksi:

A + B + C——> Hasil reaksi

hukum kecepatan reaksi yang ditulis dalam bentuk,

gambar 7

 

dimana [A][B][C] adalah notasi dari konsentrasi spesies yang terlibat, dan k adalah tetapan, total alfa, beta, gama sebagai orde reaksi.

Rumusan ini disebut hukum kecepatan untuk suatu reaksi homogen. Hukum ini ditentukan dengan percobaan dan tidak boleh diramalkan dari persamaan stoikiometri untuk total reaksi. Sebagai contoh hukum kecepatan pada reaksi antara H2 dan Br2 :

gambar 8

 

Salah satu obyek dalam percobaan kinetika adalah membuktikan alasan bentuk mekanisme yang sesuai dengan pendekatan  hukum kecepatan reaksi.

Langkah yang penting pada setiap kinetika adalah penentuan komponen yang aktif dari sistem reaksi tersebut yang diukur dari perubahan konsentrasi dalam unit  volume.

Jika konsentrasi produk memberikan pengaruh langsung pada komponen aktif dari sistem reaksi maka disebut Auto-katalitik (untuk pengaruh positif) dan auto-inhibisi (untuk pengaruh negatif). Hubungan fungsi antara kenaikan konsentrasi dari produk atau pengurangan konsentrasi reaktan dalam satuan waktu pada suatu reaksi disebut kecepatan reaksi. Pada umumnya kecepatan reaksi dapat diramalkan dengan hanya mengetahui persamaan stiokiometri. Tetapi tidak semua reaksi dapat dibuat semacam itu sebagai contoh reaksi Bromine atau Iodin dengan hidrogen yang mempunyai stoikiometri sama tetapi kecepatan reaksinya sangat berbeda bentuknya.

gambar 9

 

gambar 10

 

gambar 11

 

Jawablah pertanyaan berikut!

1. Apa yang dimaksud kinetika kimia?

2. Apa yang dimaksud dengan laju reaksi?

3. Adakah perbedaan antara kinetika dan laju reaksi?

4. Mengapa setiap reaksi kimia memiliki laju reaksi yang berbeda-beda?

5. Jelaskan perbedaan laju konsumsi dan laju produksi!

6. Jelaskan apa yang dimaksud orde reaksi?

7. Jelaskan pula apa perbedaan reaksi berorde reaksi satu, dua, dan tiga!

8. Ekspresikan persamaan hukum laju untuk reaksi berorde satu, dua, dan tiga!

Jawablah beberapa pertanyaan di atas di kolom comment (minimal 2 jawaban pertanyaan per orang)

Oleh: risars | 31 Maret 2014

ELEKTROKIMIA

Reaksi elektrokimia melibatkan perpindahan elektron – elektron bebas dari suatu logam kepada komponen di dalam larutan. Kesetimbangan reaksi elektrokimia penting dalam sel galvani (yang menghasilkan arus listrik) dan sel elektrolisis (yang menggunakan arus listrik). Pengukuran daya gerak listrik (DGL) suatu sel elektrokimia dalam jangkauan suhu tertentu dapat digunakan untuk menentukan nilai – nilai termodinamika reaksi yang berlangsung serta koefisien aktifitas dari elektrolit yang terlibat.

 

Tugas KImia Fisika II

Buatlah slide per kelompok dengan judul:

ABsensi sesuai daftar hadir kimia fisika II. Bagi yang no absennya di atas 50 silahkan masuk ke kelompok tertentu

No

Kelompok

No Absen

Judul

 

1

1-10

Perbedaan sel Galvani dan sel elektrolisis

 

2

11-20

–          Perbedaan sel kimia dan sel konsentrasi

–          Sel kimia tanpa perpindahan dan sel kimia dengan perpindahan

 

3

21-30

Sel konsentrasi elektrolit

 

4

31-40

Sel konsentrasi elektroda

 

5

41-50

Termodinamika sel elektrokimia

Oleh: risars | 2 Desember 2013

TUGAS PRESENTASI IKATAN KIMIA

TUGAS PRESENTASI IKATAN KIMIA

Tugas dibuat dalam bentuk power point, jawaban dibuat selengkap mungkin disertai gambar atau video jika diperlukan. Semua jawaban dikumpulkan pada tanggal 6 Des’14 dalam bentuk soft copy

NO ABSEN

PERTANYAAN

JADWAL TAMPIL

1

23

Berikan penjelasan menggunakan teori hibridisasi, apa yang dimaksud deret isoelektron molekul Neon

6 des’14

2

24

Jelaskan apa yang dimaksud metode serangan dan pendekatan reservoir, gunakan untuk menjelaskan ikatan pada molekul formaldehid

Sda

3

25

Jelaskan orbital molekul π terdelokalisasi pada molekul SO2

Sda

4

26

Manakah dari orbital berikut yang masuk akal dan tidak masuk akal menurut mekanika gelombang? Jelaskan jawaban anda

2d      6h        7g       3f

Sda

5

27

Molekul flourida netral apakah isoelektron dengan ion molekul ClF4+, bagaimana kemungkinan geometrinya?

Selanjutnya ……

6

28

Molekul borazola B3N3H6 mempunyai kerangka seperti sikloheksana. Bahaslah ikatan dalam molekul tersebut

 

7

29

45

Molekul alena C3H4 memiliki struktur garis

H2C=C=CH2

Penghibridan apakah yang diperlukan untuk atom karbon pusat? Karbon ujung? Gambarlah diagram ikatan orbital untuk menunjukkan mengapa empat atom hydrogen  dalam molekul ini tidak terletak pada bidang yang sama Baca Lanjutannya…

Oleh: risars | 5 November 2013

Termokimia

Bagian dari ilmu kimia yang mempelajari perubahan kalor atau panas suatu zat yang menyertai suatu reaksi atau proses kimia dan fisika disebut TERMOKIMIA. Secara operasional termokimia berkaitan dengan pengukuran dan pernafsiran perubahan kalor yang menyertai reaksi kimia, perubahan keadaan, dan pembentukan larutan.
Termokimia merupakan pengetahuan dasar yang perlu diberikan atau yang dapat diperoleh dari reaksi-reaksi kimia, tetapi juga perlu sebagai pengetahuan dasar untuk pengkajian teori ikatan kimia dan struktur kimia. Fokus bahasan dalam termokimia adalah tentang jumlah kalor yang dapat dihasilkan oleh sejumlah tertentu pereaksi serta cara pengukuran kalor reaksi.
 
1.     Hukum kekekalan energi
Tujuan utama termodinamika kimia ialah pembentukan krieteria untuk ketentuan penentuan kemungkinan terjadi atau ketentuan penentuan kemungkinan terjadi atau spontanitas dari trasformas digunakan memperkirakan perubahan energi yang terjadi dalam proses-proses berikut:
a.       Reaksi kimia
b.      Perubahan fase
c.       Pembentukan larutan
 
Hukum Termodinamika I
Sebagian besar ciri-ciri dalam termokimia berkembang dari penerapan hukum termodinamika I, atau Hukum Kekekalan Energi, dialah Wilard Gibs, pendiri Termodinamika Pertama.
 
Bunyi Hukum Kekekalan Energi
Energi tidak dapat diciptakan, dimusnahkan, hanya dapat berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lainnya
Energi
Energi apa yang dimiliki setiap zat?
Energi = kapasitas atau kemampuan untuk melakukan kerja
     Menurut teori kinetik, baik zat berwujud padat, cair dan gas pada suhu 0 Kelvin terdiri banyak partikel-partikel kecil berupa molekul-molekul atau atom-atom yang terus bergerak secara acak dan beranekaragam yang saling brtumbukan dan berpantulan.
      Setiap gerakan, dipengaruhi oleh banyak faktor dan dapat berubah bentuk saling bertumbukan. Hal ini menyebabkan energi gerakan satu partikel akan berbeda dengan yang lain. Jumlah total semua partikel dalam sistem disebut energi dalam (U)
 
Energi = fungsi keadaan (bergantung pada keadaan sistem)

Termokimia hanya berkepentingan pada perubahan energi dalam ∆U

Kerja
Kerja adalah pertukaran energi antara sistem dan lingkungan selain dalam bentuk kalor (w).
 
W = gaya x jarak = P x A x h
P x h = perubahan volume
Maka: W = P x ∆V
Jika tekanan dinyatakan dalam atm dan volume dalam liter maka satuan kerja adalah liter atm. 1Latm = 101,32 J
  
Kalor
Kalor adalah energi yang berpindah dai sistem ke lingkungan atau sebaliknya karena perbedaan suhu, yaitu suhu yang lebih tinggi ke suhu yang lebbih rendah.
1kal = 4,148 J
Rumus menghitung kalor :
 Q= m. c. ∆T
 
atau
 
Q = C.∆T
 
Kalorimeter Bom
Penentuan kalor reaksi pada volume tetap ditentukan dengan menggunakan bom kalorimeter, harga kalor yang diperoleh merupakan harga ∆U
 
1.     Entalpi dan Perubahan Entalpi
a.  Sistem dan Lingkungan
     Sistem adalah sesuatu yang menjadi pusat perhatian kota dalam hal ini adalah peroses kimia yang terjadi
Lingkungan adalah sesuatu yang berada diluar sistem
Sebagai Contoh :

Gelas kimia yang berisi air dan es. Yang merupakan sistem adalah es batu yang sedang mencair dan yang menjadi lingkungannya air, gelas kimia, dan udara sekitar.

Gambar

Oleh: risars | 8 Oktober 2012

Energi dan Hukum Pertama Termodinamika

Konsep energi adalah hal dasar dalam sains. Secara sederhana, energi sebuah zat menunjukkan kemampuannya melakukan usaha, dan usaha sendiri adalah gaya yang bekerja pada sebuah jarak.

Sistem kimia dapat memiliki energi kinetik (energi gerak) sekaligus energi potensial (energi tersimpan). Energi kinetik yang dimiliki oleh kumpulan molekul dalam zat padat, zat cair atau gas disebut energi termal. Karena itu zat cair mengembang saat mereka memiliki lebih banyak energi termal. Sebagai contoh, kolom air raksa, akan meninggi dalam tabung bila suhunya semakin hangat. Dengan inilah maka termometer dapat dipakai untuk mengukur energi termal, atau suhu, sebuah sistem. Suhu dimana semua gerak molekul terhenti disebut nol mutlak.

Energi dapat juga disimpan dalam atom atau molekul sebagai energi potensial. Saat proton dan neutron menyatu membentuk inti unsur tertentu, pengurangan energi potensialnya sesuai dengan pembentukan sejumlah besar energi kinetik. Ambil contoh, pembentukan inti deuterium dari satu proton dan satu neutron. Satuan massa dasar ahli kimia adalah mol, yang mewakili massa, dalam gram, dari 6.02 × 1023 buah partikel, baik itu atom maupun molekul. Satu mol proton memiliki massa 1.007825 gram dan satu mol neutron memiliki massa 1.008665 gram. Dengan penjumlahan saja, satu mol atom deuterium (dengan mengabaikan massa satu mol elektron) harusnya 2.016490 gram. Tapi saat di ukur, massanya ternyata berkurang 0.00239 gram. Massa yang hilang ini adalah energi ikatan inti atom dan mewakili energi yang dilepaskan oleh pembentukan inti atom. Dengan memakai rumus Einstein untuk konversi massa menjadi energi (E = mc2), kita peroleh energi yang setara dengan 0.00239 gram adalah 2.15 × 108 kilojoule. Ini sekitar 240,000 kali lebih besar dari energi yang dilepaskan dalam pembakaran satu mol metana. Studi energi pembentukan atom dan saling ganti massa dan energi ini adalah bagian dari cabang ilmu Kimia Inti.

Energi yang dilepaskan dalam pembakaran metana sekitar 900 kilojoule per mol. Walau jauh lebih kecil dari energi yang dilepaskan dalam reaksi nuklir, energi yang dikeluarkan proses kimia seperti pembakaran sudah cukup besar untuk dirasakan sebagai panas dan cahaya. Reaksi demikian disebut reaksi eksotermal karena ikatan kimia dalam molekul hasil, karbon dioksida dan air, lebih kuat dan lebih stabil daripada molekul yang bereaksi (reaktan) yaitu metana dan oksigen. Energi potensial kimia sistem ini menurun, dan sebagian besar energi yang terbuang muncul sebagai panas, sementara sisanya sebagai energi radiasi, atau cahaya. Panas yang dihasilkan oleh reaksi pembakaran demikian akan meningkatkan suhu udara sekitarnya dan, pada tekanan yang tetap, meningkatkan volumenya. Perluasan udara ini menghasilkan usaha. Sebagai contoh, dalam silinder mesin pembakaran internal, seperti mesin sepeda motor, pembakaran bensin menghasilkan gas panas yang mengembang menghantam piston, sehingga ia bergerak. Piston yang bergerak kemudian memutar crankshaft, yang kemudian mendorong sepeda motor ke depan.

Dalam kasus ini, energi potensial kimia telah diubah menjadi energi termal, sebagian menghasilkan usaha. Proses ini menggambarkan pernyataan kekekalan energi, yaitu hukum pertama termodinamika. Hukum ini mengatakan kalau, untuk sebuah reaksi eksotermal, energi yang dilepaskan oleh sistem kimia, sama dengan panas yang diperoleh lingkungan sekitar plus usaha yang dihasilkan. Dengan mengukur panas dan usaha yang menyertai reaksi kimia, menjadi mungkin untuk menentukan perbedaan energi antara pereaksi dan hasil reaksi dalam beraneka ragam reaksi. Dalam hal ini, energi potensial yang tersimpan dalam beraneka ragam molekul juga bisa ditentukan, dan perubahan energi yang menyertainya bisa dihitung.

Referensi

Berry, R. S. (1991) Understanding Energy: Energy, Entropy and Thermodynamics for Everyman. World Scientific.

chemistry. (2010). Dalam Encyclopædia Britannica.

Young dan Freedman. (2009) Fisika Universitas Jilid 1. Terjemahan. Erlangga.

 

TUGAS

1. Jelaskan bagaimana kalorimeter bomb bekerja sebagai aplikasi dari hukum pertama termodinamika!

2. Jelaskan secara matematis hubungan perubahan entalpi (dH) pada tekanan tetap dengan persamaan dU = W + Q

Tugas dikerjakan secara berkelompok, sesuai kelompok yang telah terbentuk dan dikumpulkan pada hari ini sebelum jam 18.00 WIB

ke email: sunaryarisar@gmail.com

 

Oleh: risars | 5 Januari 2011

2010 in review

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads This blog is doing awesome!.

Crunchy numbers

Featured image

A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 1,900 times in 2010. That’s about 5 full 747s.

In 2010, there were 4 new posts, growing the total archive of this blog to 17 posts. There were 4 pictures uploaded, taking up a total of 41kb.

The busiest day of the year was June 7th with 34 views. The most popular post that day was Tentang Aku.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were oke.or.id, id.wordpress.com, facebook.com, google.co.id, and search.conduit.com.

Some visitors came searching, mostly for efek rumah kaca, silika, struktur silika, struktur silika gel, and detergen.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Tentang Aku November 2008
24 comments

2

Struktur Padatan, Silika November 2008
15 comments

3

Green House Effect November 2008
7 comments

4

Zeolit dalam Detergen March 2009
2 comments

5

Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran 2009 May 2009
2 comments

Oleh: risars | 7 Juni 2010

Jiwa di Persimpangan

JIWA DI PERSIMPANGAN

Wahai engkau yang berdiri di persimpangan
Segeralah memilih jalan
Agar engkau cepat sampai tujuan
Janganlah engkau hanya berdiri terdiam
Terpaku di persimpangan
Bergelut dengan ketidak pastian
Tak tahu arah tujuan
Bermain – main dalam keraguan
Mengutak – atik aturan Tuhan
Kau campuradukkan kebatilan dengan kebenaran
Kau bungkus kebusukan dengan kemanisan
Kau manja kepada Tuhan dengan menggelar kemunafikan
Wahai engkau yang berdiri di persimpangan
Segeralah memilih jalan
Jika engkau tidak segera memilih jalan
Kapan engkau akan sampai ke tujuan ?
(Fee, ‘Malam Tahun Baru)

Oleh: risars | 30 Mei 2010

UKHUWAH ISLAMIYAH

BY : UKKI UNSOED TEAM

“Tidaklah dua orang muslim berjumpa, lalu keduanya berjabat tangan, kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya bepisah.” (H.R. Abu Daud)

Diriwayatkan oleh Imam Mlik dalam Al Muwatha’ dari abi Idris Al Khaulany rahimahullah bahwa ia berkata:
“Aku pernah masuk Masjid Damaskus. Tiba-tiba aku jumpai seorang pemuda yang murah senyum yang dikerumuni banyak orang. Jika Mereka berselisih tentang sesuatu maka mereka mengembalikan kepada pemuda tersebut dan meminta pendapatnya. Aku bertanya tentang dia, lalu dikatakan oleh mereka,’Ini Muadz bin Jabal.’ Keesokan harinya , pagi-pagi sekali aku dating ke masjid itu lagi dan kudapati dia telah berada di sana tengah melakukan shalat. Kutunggu ampai dia selesai melakukan shalat kemudian aku temui dan kuucapkan salam kepadanya. Aku berkata,’Demi Alloh aku mencintaimu. Lalu ia bertanya.’Apakah Alloh tidak lebih kau cintai?’ Aku jawab,’Ya Alloh aku cintai’. Lalu ia memegang ujung selendangku dan menariknya seraya berkata,’Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw, berabda,”Alloh berfirman, cinta-Ku pasti akan mereka peroleh bagi orang yang saling memadu cinta karena Aku, saling mengunjungi karena Aku, dan saling memberi karena Aku.”
Baca Lanjutannya…

Oleh: risars | 17 Maret 2010

Density of Ice

Penerjemah     : Risa Rahmawati S ( NIM : 20507078) dari RSC Resource Translation

Editor              : Eko Karyani, Eko Prabowo H

Topik

Air, ikatan hidrogen, tetapi ini juga merupakan praktikum yang menarik terutama dalam hal keterampilan mengamati.

Waktu

sekitar 10 menit

Tingkat

SMP atau usia 16 tahun ke atas (SMA) untuk memperkenalkan cara kerja ikatan hidrogen dan struktur es.

Deskripsi

Es batu diapungkan pada minyak sayur, pada saat meleleh, air yang dihasilkannya akan tenggelam.

Alat

Gelas Ukur 1 L    1 buah

Bahan (untuk satu kali demonstrasi)

  • air
  • es batu. Dapat dibuat dengan menambahkan sedikit pewarna makanan (disarankan warna biru) agar pengamatan  lebih baik.
  • 400 mL minyak sayur (disarankan minyak sayur murni; Tesco)

Metode

Sebelum demonstrasi

Buatlah es batu dengan beberapa tetes pewarna makanan. Yakinkan bahwa es batu membeku secara sempurna. Bila ada sebagian es batu yang tidak membeku maka akan memiliki air yang terjebak di dalamnya serta akan mempengaruhi kerapatannya. Lakukan pengecekan bahwa es batu ini benar-benar mengapung pada minyak sayur yang akan digunakan.

Demonstrasi

Tempatkan sekitar 400 mL air dan 400 mL minyak sayur pada gelas ukur. Biarkan kedua lapisan memisah secara sempurna; minyak akan berada di lapisan atas dari lapisan air. Letakkan es batu ke dalam gelas ukur. Es akan mengapung pada permukaan minyak sayur. Perhatikanlah es tersebut. Pada saat mulai meleleh air yang dihasilkannya masih terikat pada es batu.  Tetapi pada saat tertentu air tersebut akan memisahkan diri dari es batu kemudian tenggelam, bergabung bersama lapisan air di bawahnya. Hal ini mengilustrasikan sifat anomali (penyimpangan): kerapatan air yang lebih besar dibandingkan es.

Sejumlah pengamatan menarik lain dapat dilakukan :

  • Setelah hampir semua es batu mencair, berat tetesan air pada saat tertentu akan cukup untuk menarik es batu ke bawah, karena kerapatan rata-rata es batu dan tetesan air lebih besar dari minyak tersebut. Kadang-kadang, tetesan air dan es batu tersebut tenggelam, tetesan air akan memisahkan diri dari es batu dan es akan kembali mengapung ke permukaan.
  • Tetesan-tetesan kecil seringkali terpisah/terputus dari kelompok besarnya. Sehingga membentuk efek “benang mutiara” (strings of pearls)
  • Tetesan-tetesan air kadang kala diam di antara lapisan minyak dan lapisan air tanpa bergabung dengan badan air.
  • Ketika tetesan-tetesan air berwarna tersebut mulai bergabung dengan air, air berwarna dapat teramati dari mulai tenggelam sampai tercampur, karena kerapatannya yang lebih besar.
  • Terdapat perubahan bentuk yang menarik dari tetesan-tetesan air yaitu pada saat mulai memisah dari es batu dan pada saat tenggelam.

Tips visual

Air yang diberi pewarna biru membuat pengamatan dalam minyak yang berwarna kuning pucat menjadi lebih mudah dengan diberi latarbelakang putih.

Tips pengajaran

Ulangi demonstrasi dengan es batu yang tidak diberi pewarna. Untuk menunjukkan bahwa pewarnaan tidak memberikan perbedaan.

Teori

Kerapatan es sekitar 0,92 g/mL dan kerapatan air sekitar 1,00 g/mL pada 0º C (gambar 1). Minyak sayur kerapatannya berada di antara es dan air sehingga es dapat mengapung pada permukaan minyak sedangkan air tenggelam. Kebanyakkan padatan lebih rapat dibandingkan cairannya. Tetapi pada air sebaliknya, air lebih besar kerapatannya dibandingkan es. Kerapatan es yang lebih rendah di sebabkan strukturnya, di mana sebuah hidrogen terikat dalam jaringan tetrahedral seperti dalam intan (gambar 2).

Gambar 1. Temperatur terhadap kerapatan es dan air

Baca Lanjutannya…

Oleh: risars | 17 Maret 2010

Ramadhankan Hari-hari Kita

Kubertanya pada diri ini, apakah arti menyambut syawal, Jika dalam Ramadhan aku terlena

Alpa dengan kesenangan dunia. Antara Ramadhan dan syawal penuh rahmat penuh berkat

Adakah karena datangnya syawal. Bersama aku menyambut kemenangan. Benarkah aku sudah menang?

Layakkah aku mendabik dada. Lantang menyahut takbir yang menggema. Tkamu syawal sudah menjelma

Padahal Ramadhan yang pergi tak kusesali. Layakkah aku berpakaian baru

Sedangkan tiada pasti pakaianku di sana mungkin dari api

Layakkah aku menikmati, sedang tiada pasti makananku di sana mungkin dari duri

Sadarku mungkin terlambat Ramadhan tlah pergi dan aku pasti menanti selagi belum tertutup pintu taubat

Penuh tekad penuh janji, sabar menunggu Ramadhan kembali. Semoga bertemu bulan seribu rahmat

agar boleh aku kecap arti sebenarnya menyambut Syawal

(sebuah renungan)

“Seandainya setiap hamba mengetahui apa yang ada dalam bulan Ramdhan, maka umatku akan berharap sekamuinya setahun itu bulan Ramadhan” (HR. Ibnu Khuzaimah)

Bulan Ramadhan memang tidak mungkin berlangsung satu tahun, tetapi kesempatan untuk mendulang fahala tetap terbuka. Caranya, Ramadhankan hidup kamu. Pelihara supaya tensi ibadah tetap seperti ketika bulan Ramadhan. Kamu pasti bisa. (Buku “Ramadhankan Hidupmu” oleh Dr. Aidh bin Abdullah Al-Qarni). Saking rindunya dengan bulan Ramadhan Rasululloh dan para Shahabat menangis tersedu-sedu bila bulan mulia itu berlalu.

Dalam kenyataan tensi ibadah umat muslim dalam Ramadhan memang menarik , baik dari segi kualitas dan kuantitas. Dan diantara nama-nama yang indah yang disematkan bagi bulan Ramadhan adalah bulan latihan. Seyogyanya dengan telah berhasil menjalani latihan ketat selama satu bulan, maka keseharian kita seharusnya  mirip seperti dalam suasana Ramadhan. Misalnya istiqomah qiyamul lail, rajin membaca al-Qur’an, gemar bersedekah, displin shalat berjama’ah di awal waktu, menghindari ghibah, senang bersilaturrahim,  membiasakan makan bersama keluarga, banyak berdzikir, serta memanfaatkan waktu dengan amalan positif. Tentang yang terakhir, dalam surat Al-Mukminun ayat 23 Alloh SWT menggambarkan bahwa begitu cepat umur dan hari berlalu,  serta jawaban dari orang-orang yang menghabiskan umurnya dengan bermain-main dan perbuatan yang sia-sia di hari kiamat nanti.  Alloh bertanya, ‘berapa tahun kamu tinggal di bumi?’ mereka menjawab, ‘kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung. “Alloh berfirman, ‘kamu tidak tinggal di bumi melainkan sebentar saja, kalau kamu mengetahui’.  Maka apakah kamu mengira Kami menciptakan kamu secara main-main dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?’. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori

Kalender Hijriyah